Monday, September 25, 2017

Senyum Terahir untuk Stefie


Jika kamu tahu apa yang sedang kulkukan ini hanya untukmu, mungkin kau tak akan menyesal.
Aku bersembunyi dibalik kesakitan, hanya agar kau tak bersedih.

Aku menutupi semua penyakit yang ada dalam diri, agar kau memikirkan bagaimana kita hidup dimasa depan dengan bahagia, bukan memikirkan apa yang sedang aku derita.

Karna tujuanku cuman satu, memikirkan kebahagiaanmu.

Saya farid, aku bukan pembohong dan aku juga bukan orang yang tidak mau terbuka. Tapi kamu cuman harus merasakan bahagia bukan penderitaan.

Semua kisah itu ibaratkan buku, jadi apapun yang kita baca usahakanlah baca sampai akhir agar kita tau apa maksud dan tujuannya dan apa pesan dari buku itu sehingga kita tau akhir dari cerita dalam buku tersebut. Jangan kita membacanya hanya hanya sampai tengah atau hanya bait deannya saja karna itu akan membuat pikiran kita keliru tentang apa yang kita baca.

Bigitu juga hidup kita harus berfikiran positif dengan semua orang karna, apapun maksud dan tujuannya jangan kita fonis terlebih dahulu bahwa dia itu buruk sebelum semuanya jelas karna akhir cerita belum selesai.

Aku hanya seorang staff diperusahaan swasta dan aku adalah orang yang sedang menjaring rezeky bukan orang yang sedang mencari rezeky.

~Stefie~
Apakah kau berjanji akan menikahiku farid ?
Apakah kamu orang yang penuh tanggung jawab?
Entah bagaimana berat rasanya ketika dia menanyakan hal seperti itu, dengan keadaan aku yang masih seperti ini, belum maan, belum punya apa – apa, penghasilan pas-pasan dan menjadi seorang tulang punggung keluarga membantu perekonomian keluarga saat ini.

Harapan – harapan yang sedang ku rancang saat ini selalu gagal ditengah jalan, semua itu semakin membuatku berat dengan memikirkan pertanyaan yang stefie berikan kepadaku.

Aku hanya bisa menjawab saat ini, “sabar yah sayang aku tidak janji tapi aku selalu berusaha membuat yang terbaik buat kita”.

Stefie menangis.. dan dia berkata “buat apa hubungan selama ini sudah hamper 4 tahun kita berhubungan tapi tidak ada niatan baik darimu untuku farid?”. Stefiepun pergi. Dan aku tidak mengejarnya, karna aku lebih baik mengejar apa yang sedang aku bangun untuk membahagiakan stefie.

Lambat laun aku menabung meskipun aku tidak banyak menyisihkan uang tapi aku tabungkan dengan berbentuk emas, agar dimana aku sudah berniatan baik nanti aku sudah tidak memikirkan masalah mas kawinnya lagi.

Berbagai pekerjaan dari luar kantor aku ambil dan hasilnya aku ajak stefie jalan – jalan menghabiskan waktu untuk bersenang – senang agar stefie melupakan sejenak apa yang sedang dia inginkan.

Besoknya pekerjaan dalam kota hingga luar kota aku geluti dan hasilnya aku tabungkan sebagian dan aku bahagiakan stefie di hari itu.

“sayang kita belanja yuk? Aku liat ada tas bagus yang sedang kamu pengen nih?”, Stefieun menjawab dengan gembira, “ Hayu kemana kamu mau ajak aku?”.

Dan akupun mengajak dia berbelanja karna sesungguhnya wanita itu adalah emas yang harus dirawat dan dijaga.

Karna biasanya yang menraktir makan ataupun jalan-jalan itu stefie, dia wanita cantik dan baik. Dia seorang pekerja keras disalah satu perusahan swasta PT. Sinar Pilar Gemilang di Cianjur sebagai admin.



Cianjur, 19 Agustus 2017 dimana tgl itu adalah tgl anniversary kita yang ke 50 bulan. Yah 4 tahun lebih kita bersama.

Teman saya dimana – mana, relasi saya luas dari semua golongan, tua atau muda, laki –laki atupun perempuan.

Saya menjaring banyak relasi agar kehidupan saya tidak susah di hari tua nanti seperti yang dialami oleh kedua orang tua saya dan itu juga nasihat dari orang tua saya.

Saya berambisi untuk menjadi orang yang sukses dan menjadi yang terbaik bagi semua orang yang saya cintai.

Tapi stefie berikiran lain, dengan saya mengejar karir saya dia berfikir saya tidak ada niatan baik kepadanya, dan dia berfikir negative saat saya memutuskan untuk bekerja jauh meninggalkan dia.

Saya sedih dengan keadaan ini, saya tau dia sangat sayang sekali pada saya. Dia berkata “lihat orang lain bahagiakan?, lihat orang lain mereka bias menikah?, harusnya kamu kaya laki-laki itu meminta aku buat jadi istri kamu bukan kamu yang aku paksa2”.

Disitu aku sangat bersedih dengan keadaan ini karna dia selalu ingin seperti orang lain, sedangkan aku bukan tidak bias tapi sedang aku persiakan. Dan yang jadi sedihnya lagi, aku tidak bias membuktikannya sekarang. Akupun ingin menangis tapi dihadaan stefie aku harus jadi sosok lalaki – laki kuat dan tangguh agar dia yakin jika dia hidup bersamaku dia akan aman dan bahagia.

Sampai saat ini aku merancang semua dari mulai menjadi seorang blogger, tukang ngetik, membuat aplikasi apaun aku ambil pekerjaan itu dan apapun bentuknya, sampai ngojek aku ambil.

Disamping ingin menikah aku juga ingin melanjutkan studi ku S2 di salah satu sekolah swasta di Bandung.


Yah, inilah hidup..
Apapun cobaan yang sedang tuhan berikan aku selalu sabar dan yakin usahaku ini pasti ada hasilnya pastii.

Pada tahun kedua akubekerja aku diangkat dan mempunyai jabatan, tapi gajipun belum seberapa tapi tetap aku syukuri karna itu adalah hadiah dari tuhan.

Aku berkunjung ke rumah stefie saat itu, dan dia sedang cantik – cantiknya aku ingin mengajaknya jalan – jalan kemanapun tempat yang dia mau dan dia suka.

Pada akhirnya kita bermain ke tempat rekreasi di daerah bogor, kita seneng – seneng, stefie tersenyum tak henti – henti di hari itu karna di bahagia. Jika aku boleh meminta jangan redakan senyumnya karna itu lebih berharga dari apapun.

Aku dan stefiepun pulang matanya berkaca di perjalanan dan aku Tanya “kenaa?” dia menjawab “terima kasih karna cuman kamu yang bias buat aku bahagia, aku mau kamu tetap seperti ini samapi nanti kamu halalin aku”.

Mungkin itu adalah hari bahagia yang pernah aku dengar karna aku ya aku dia tidak melibatkan seperti laki – laki manapun saat itu.

Sesampainya dirumah stefie, ada bapaknya disitu “jangan dulu pulanglah sini Kita ngobrol dulu”, ucapnya.

Ya baiklah pak dengan senang hati.
Akupun mulai heran dan sedikit deg-degan karna melihat hubunganku yang sudah lama dengan stefie.

Ternyata Beliau hanya membicarakan pernikahan orang lain, tetapi sedikit menyinggung bahwa kalo nikah orang lain itu memah dan itu satu kali seumur hidup …Ucapnya

Selesai Cerita Akupun berpamitan dan Pulang.


Pada Mlam Itu Aku melihat Peluang di Internet tentang CEO, ya Blog yang saya rancang nampaknya sudah layak untuk mendapatkan bayaran.

Disitupun aku mulai bergairah dan bersemangat kembali, ujntuk menjalani hari – hari yang penuh resiko, tuntutan dan penuh perjuangan.

Stefie
Sayang kita sudah lama berhubungan dan akupun menunggu apa yang sudah seharusnya kamu lakukan tapi tak kunjung kamu lakukan.

Aku minta Maaf Atas Keputusan yang aku ambil ini karna, Pertama Aku anak terakhir yang diharapkan untuk segera menikah karna mumpung orang tuaku masih ada.
Kedua aku anak perempuan yang tidak bias dibiarkan berlama – lama.

Aku Putuskan Kita Sampai disini saja dan Aku memilih pasangan yang bapak aku kasih yang dia Pikir sudah bias memberikan kehidupan yang layak untuk masa depanku.

Farid”stefie sambil menangis di telfon” aku tau ini berat, tapi kamu bukan orang yang cukup bertanggung jawab untuk bias menjalani hidu denganku, mmafkan aku Farid, aku sayang sama kamu sampai kapanpun, aku ada di dalam hatimu Farid Selamat tinggal Farid Jangan rindukan aku, carilah kehidupan barumu yang mungkin seseorang itu bias menunggumu dengan waktu yang cukup lama dan sabar. I Love You Farid” tutttttttttttt tlpon mati

Stefieeee Stefiieeeeee “Farid pun diam menangis sambil dia peluk telpon yang masih terngiang suara stefie beberapa detik yang lalu.     



2 Bulan Kemudian ……………….





Farid Menjadi Seorang CEO Hebat dia menjadi narasumber ke berbagai kota tentang pendapatannya dari Google dan sekarang dia menjadi seorang yang di idamkan oleh setiap orang.

Saya hanya bisa bersyukur, menerima dan menjaga titipan dari Tuhan namun aku tak lepas Terus menerus untuk berdoa karna sesungguhnya ini semua adalah titipan dan rezeky yang aku dapatkan sekarang ini sebagian ada rezeky orang lain yang Tuhan titipkan lewat saya.

Di pagi hari, tepatnya hari Minggu.
Karna Suasana Libur masih terasa jadi saya memutuskan untuk berolah raga dan menjaga raga ini agar tetap sehat.

Saya Joging keliling kampong dan sepulang saya jogging saya menemukan surat undangan di depan pintu rumah saya.

Say baca dan WOW… Happy Married Stefie And Wilson.
Dan disitupun saya kaget dan kecewa campur aduklah gak bias diungkapkan dengan kata – kata apapun.

Saya berjanji kepada diri saya sendiri saya akan hadir dan memperihatkan apa yang sudah saya miliki sypa saya sekarang dan Lihat saya belum dengan sypapun hingga saat ini.
Kenapa?.. Bukan saya Sombong…..

Resepsi Pernikahanpun digelar sayapun dating melihat hari bahagia Stefie sekaligus hari kecewa bagi saya.. saya tidak mau meneteskan sedikit air matapun saya memperlihatkan kebahagiaan juga karna saya dating dengan sebuah mobil mewah berpakaian memakai jas dan tentunya sendirian.

Saya hampiri keluarganya saya hampiri stefie dan saya Turun dari panggung resepsi, Dan saya memberikan senyum terahir untuk Stefie.

Saya bukan orang yang sombong.
Saya cuman ingin memperihatkan apa yang saya punya sekarang ini adalah apa yang sudah saya rancang dari dulu untuk Stefie. Dan saya sengaja datang sendiri karna saya ingin Stefie tau saya benar-benar sayang dan benar – benar ingin bersamanya. hanya mungkin kesuksesan saya ini terlambat beberapa waktu saja.

Maafkan aku stefie, longlast keep romantic, dan saling menjaga satu sama lain, lupakan semua cerita dengan sypapun sambutlah kehidupan yang baru stefie kebahagiaan selalu bersamamu gadis cantik… doa untuk stefie…

Sayapun pergi dan itulah pertemuan terahir saya dengan stefie……













1 Response to "Senyum Terahir untuk Stefie"