Jika kamu tahu apa yang sedang kulkukan ini hanya untukmu, mungkin kau tak akan menyesal.
Aku bersembunyi dibalik kesakitan, hanya agar kau tak bersedih.
Aku menutupi semua penyakit yang ada
dalam diri, agar kau memikirkan bagaimana kita hidup dimasa depan dengan
bahagia, bukan memikirkan apa yang sedang aku derita.
Karna tujuanku cuman satu, memikirkan
kebahagiaanmu.
Saya farid, aku bukan pembohong dan aku
juga bukan orang yang tidak mau terbuka. Tapi kamu cuman harus merasakan
bahagia bukan penderitaan.
Semua kisah itu ibaratkan buku, jadi
apapun yang kita baca usahakanlah baca sampai akhir agar kita tau apa maksud
dan tujuannya dan apa pesan dari buku itu sehingga kita tau akhir dari cerita
dalam buku tersebut. Jangan kita membacanya hanya hanya sampai tengah atau
hanya bait deannya saja karna itu akan membuat pikiran kita keliru tentang apa
yang kita baca.
Bigitu juga hidup kita harus berfikiran
positif dengan semua orang karna, apapun maksud dan tujuannya jangan kita fonis
terlebih dahulu bahwa dia itu buruk sebelum semuanya jelas karna akhir cerita
belum selesai.
Aku hanya seorang staff diperusahaan
swasta dan aku adalah orang yang sedang menjaring rezeky bukan orang yang
sedang mencari rezeky.
~Stefie~
Apakah kau berjanji akan menikahiku
farid ?
Apakah kamu orang yang penuh tanggung
jawab?
Entah bagaimana berat rasanya ketika dia
menanyakan hal seperti itu, dengan keadaan aku yang masih seperti ini, belum
maan, belum punya apa – apa, penghasilan pas-pasan dan menjadi seorang tulang
punggung keluarga membantu perekonomian keluarga saat ini.
Harapan – harapan yang sedang ku rancang
saat ini selalu gagal ditengah jalan, semua itu semakin membuatku berat dengan
memikirkan pertanyaan yang stefie berikan kepadaku.
Aku hanya bisa menjawab saat ini, “sabar
yah sayang aku tidak janji tapi aku selalu berusaha membuat yang terbaik buat
kita”.
Stefie menangis.. dan dia berkata “buat
apa hubungan selama ini sudah hamper 4 tahun kita berhubungan tapi tidak ada
niatan baik darimu untuku farid?”. Stefiepun pergi. Dan aku tidak mengejarnya,
karna aku lebih baik mengejar apa yang sedang aku bangun untuk membahagiakan
stefie.
Lambat laun aku menabung meskipun aku
tidak banyak menyisihkan uang tapi aku tabungkan dengan berbentuk emas, agar
dimana aku sudah berniatan baik nanti aku sudah tidak memikirkan masalah mas
kawinnya lagi.
Berbagai pekerjaan dari luar kantor aku
ambil dan hasilnya aku ajak stefie jalan – jalan menghabiskan waktu untuk
bersenang – senang agar stefie melupakan sejenak apa yang sedang dia inginkan.
Besoknya pekerjaan dalam kota hingga
luar kota aku geluti dan hasilnya aku tabungkan sebagian dan aku bahagiakan
stefie di hari itu.
“sayang kita belanja yuk? Aku liat ada
tas bagus yang sedang kamu pengen nih?”, Stefieun menjawab dengan gembira, “
Hayu kemana kamu mau ajak aku?”.
Dan akupun mengajak dia berbelanja karna
sesungguhnya wanita itu adalah emas yang harus dirawat dan dijaga.
Karna biasanya yang menraktir makan
ataupun jalan-jalan itu stefie, dia wanita cantik dan baik. Dia seorang pekerja
keras disalah satu perusahan swasta PT. Sinar Pilar Gemilang di Cianjur sebagai
admin.
Cianjur, 19 Agustus 2017 dimana tgl itu
adalah tgl anniversary kita yang ke 50 bulan. Yah 4 tahun lebih kita bersama.
Teman saya dimana – mana, relasi saya
luas dari semua golongan, tua atau muda, laki –laki atupun perempuan.
Saya menjaring banyak relasi agar
kehidupan saya tidak susah di hari tua nanti seperti yang dialami oleh kedua
orang tua saya dan itu juga nasihat dari orang tua saya.
Saya berambisi untuk menjadi orang yang
sukses dan menjadi yang terbaik bagi semua orang yang saya cintai.
Tapi stefie berikiran lain, dengan saya
mengejar karir saya dia berfikir saya tidak ada niatan baik kepadanya, dan dia
berfikir negative saat saya memutuskan untuk bekerja jauh meninggalkan dia.
Saya sedih dengan keadaan ini, saya tau
dia sangat sayang sekali pada saya. Dia berkata “lihat orang lain bahagiakan?,
lihat orang lain mereka bias menikah?, harusnya kamu kaya laki-laki itu meminta
aku buat jadi istri kamu bukan kamu yang aku paksa2”.
Disitu aku sangat bersedih dengan
keadaan ini karna dia selalu ingin seperti orang lain, sedangkan aku bukan
tidak bias tapi sedang aku persiakan. Dan yang jadi sedihnya lagi, aku tidak
bias membuktikannya sekarang. Akupun ingin menangis tapi dihadaan stefie aku
harus jadi sosok lalaki – laki kuat dan tangguh agar dia yakin jika dia hidup
bersamaku dia akan aman dan bahagia.
Sampai saat ini aku merancang semua dari
mulai menjadi seorang blogger, tukang ngetik, membuat aplikasi apaun aku ambil
pekerjaan itu dan apapun bentuknya, sampai ngojek aku ambil.
Disamping ingin menikah aku juga ingin
melanjutkan studi ku S2 di salah satu sekolah swasta di Bandung.
Yah, inilah hidup..
Apapun cobaan yang sedang tuhan berikan aku
selalu sabar dan yakin usahaku ini pasti ada hasilnya pastii.
Pada tahun kedua akubekerja aku diangkat
dan mempunyai jabatan, tapi gajipun belum seberapa tapi tetap aku syukuri karna
itu adalah hadiah dari tuhan.
Aku berkunjung ke rumah stefie saat itu,
dan dia sedang cantik – cantiknya aku ingin mengajaknya jalan – jalan kemanapun
tempat yang dia mau dan dia suka.
Pada akhirnya kita bermain ke tempat
rekreasi di daerah bogor, kita seneng – seneng, stefie tersenyum tak henti –
henti di hari itu karna di bahagia. Jika aku boleh meminta jangan redakan
senyumnya karna itu lebih berharga dari apapun.
Aku dan stefiepun pulang matanya berkaca
di perjalanan dan aku Tanya “kenaa?” dia menjawab “terima kasih karna cuman
kamu yang bias buat aku bahagia, aku mau kamu tetap seperti ini samapi nanti
kamu halalin aku”.
Mungkin itu adalah hari bahagia yang
pernah aku dengar karna aku ya aku dia tidak melibatkan seperti laki – laki
manapun saat itu.
Sesampainya dirumah stefie, ada bapaknya
disitu “jangan dulu pulanglah sini Kita ngobrol dulu”, ucapnya.
Ya baiklah pak dengan senang hati.
Akupun mulai heran dan sedikit deg-degan
karna melihat hubunganku yang sudah lama dengan stefie.
Ternyata Beliau hanya membicarakan
pernikahan orang lain, tetapi sedikit menyinggung bahwa kalo nikah orang lain
itu memah dan itu satu kali seumur hidup …Ucapnya
Selesai Cerita Akupun berpamitan dan
Pulang.
Pada Mlam Itu Aku melihat Peluang di
Internet tentang CEO, ya Blog yang saya rancang nampaknya sudah layak untuk
mendapatkan bayaran.
Disitupun aku mulai bergairah dan
bersemangat kembali, ujntuk menjalani hari – hari yang penuh resiko, tuntutan
dan penuh perjuangan.
Stefie
Sayang kita sudah lama berhubungan dan
akupun menunggu apa yang sudah seharusnya kamu lakukan tapi tak kunjung kamu
lakukan.
Aku minta Maaf Atas Keputusan yang aku
ambil ini karna, Pertama Aku anak terakhir yang diharapkan untuk segera menikah
karna mumpung orang tuaku masih ada.
Kedua aku anak perempuan yang tidak bias
dibiarkan berlama – lama.
Aku Putuskan Kita Sampai disini saja dan
Aku memilih pasangan yang bapak aku kasih yang dia Pikir sudah bias memberikan
kehidupan yang layak untuk masa depanku.
Farid”stefie sambil menangis di telfon”
aku tau ini berat, tapi kamu bukan orang yang cukup bertanggung jawab untuk
bias menjalani hidu denganku, mmafkan aku Farid, aku sayang sama kamu sampai
kapanpun, aku ada di dalam hatimu Farid Selamat tinggal Farid Jangan rindukan
aku, carilah kehidupan barumu yang mungkin seseorang itu bias menunggumu dengan
waktu yang cukup lama dan sabar. I Love You Farid” tutttttttttttt tlpon mati
Stefieeee Stefiieeeeee “Farid pun diam
menangis sambil dia peluk telpon yang masih terngiang suara stefie beberapa
detik yang lalu.
2 Bulan Kemudian ……………….
Farid Menjadi Seorang CEO Hebat dia menjadi narasumber ke
berbagai kota tentang pendapatannya dari Google dan sekarang dia menjadi
seorang yang di idamkan oleh setiap orang.
Saya
hanya bisa bersyukur, menerima dan menjaga titipan dari Tuhan namun aku tak
lepas Terus menerus untuk berdoa karna sesungguhnya ini semua adalah titipan
dan rezeky yang aku dapatkan sekarang ini sebagian ada rezeky orang lain yang
Tuhan titipkan lewat saya.
Di pagi
hari, tepatnya hari Minggu.
Karna
Suasana Libur masih terasa jadi saya memutuskan untuk berolah raga dan menjaga
raga ini agar tetap sehat.
Saya
Joging keliling kampong dan sepulang saya jogging saya menemukan surat undangan
di depan pintu rumah saya.
Say baca
dan WOW… Happy Married Stefie And Wilson.
Dan disitupun
saya kaget dan kecewa campur aduklah gak bias diungkapkan dengan kata – kata apapun.
Saya berjanji
kepada diri saya sendiri saya akan hadir dan memperihatkan apa yang sudah saya
miliki sypa saya sekarang dan Lihat saya belum dengan sypapun hingga saat ini.
Kenapa?.. Bukan saya Sombong…..
Resepsi
Pernikahanpun digelar sayapun dating melihat hari bahagia Stefie sekaligus hari
kecewa bagi saya.. saya tidak mau meneteskan sedikit air matapun saya
memperlihatkan kebahagiaan juga karna saya dating dengan sebuah mobil mewah
berpakaian memakai jas dan tentunya sendirian.
Saya
hampiri keluarganya saya hampiri stefie dan saya Turun dari panggung resepsi,
Dan saya memberikan senyum terahir untuk
Stefie.
Saya bukan
orang yang sombong.
Saya cuman
ingin memperihatkan apa yang saya punya sekarang ini adalah apa yang sudah saya
rancang dari dulu untuk Stefie. Dan saya sengaja datang sendiri karna saya
ingin Stefie tau saya benar-benar sayang dan benar – benar ingin bersamanya.
hanya mungkin kesuksesan saya ini terlambat beberapa waktu saja.
Maafkan
aku stefie, longlast keep romantic, dan saling menjaga satu sama lain, lupakan
semua cerita dengan sypapun sambutlah kehidupan yang baru stefie kebahagiaan
selalu bersamamu gadis cantik… doa untuk stefie…
Sayapun
pergi dan itulah pertemuan terahir saya dengan stefie……
sungguh mengharukann
ReplyDelete